Amalan Di Bulan Rajab Sesuai Sunnah Rasul Yang Dianjurkan - Beritaja
BERITAJA is a International-focused news website dedicated to reporting current events and trending stories from across the country. We publish news coverage on local and national issues, politics, business, technology, and community developments. Content is curated and edited to ensure clarity and relevance for our readers.

(photo:freepik)
Beritaja.com - Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sebagai bulan yang penuh berkah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah sesuai dengan sunnah Rasulullah ï·º.
Namun, penting untuk memastikan bahwa amalan yang dilakukan memiliki dasar dari ajaran Islam yang shahih agar tidak terjerumus dalam bid’ah. Berikut adalah beberapa amalan di bulan Rajab yang dianjurkan menurut sunnah Rasul.
Amalan di Bulan Rajab Sesuai Sunnah
1. Memperbanyak Istighfar dan Dzikir
Salah satu amalan utama yang dianjurkan di bulan Rajab adalah memperbanyak istighfar dan dzikir. Rasulullah ï·º mengajarkan umatnya untuk memperbanyak memohon ampun kepada Allah di bulan ini. Sebagaimana para salaf terdahulu yang selalu menghidupkan bulan Rajab dengan istighfar, kita juga dianjurkan untuk membaca:
Astaghfirullah wa atuubu ilaih (Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya) sebanyak 70 kali setiap hari.
Hal ini juga ditegaskan oleh beberapa ulama seperti Ustadzah Halimah Alaydrus yang sering menekankan pentingnya dzikir dan istighfar sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
2. Berpuasa di Bulan Rajab
Puasa di bulan Rajab termasuk dalam ibadah sunnah yang dianjurkan, meskipun tidak ada dalil khusus yang menetapkan puasa tertentu untuk bulan ini. Rasulullah ï·º hanya menyebutkan keutamaan berpuasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, puasa di bulan Rajab dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- Puasa tanggal 1 Rajab sebagai tanda menyambut bulan haram.
- Puasa tanggal 11 hingga 20 Rajab sebagai bentuk ibadah sunnah.
- Puasa Senin dan Kamis, seperti yang rutin dilakukan Rasulullah ï·º.
- Puasa Ayyaamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 bulan hijriyah).
Sebagian ulama dari kalangan NU juga menganjurkan puasa sunnah di bulan Rajab sebagai bentuk ketaatan dan ibadah.
3. Memperbanyak Shalat Sunnah
Meskipun tidak ada shalat sunnah khusus yang disyariatkan untuk bulan Rajab, kita tetap dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah seperti:
- Shalat Tahajud
- Shalat Dhuha
- Shalat Rawatib (sebelum dan sesudah shalat fardhu)
- Shalat Taubat, terutama untuk memohon ampunan di bulan yang penuh rahmat ini.
Menurut Rumaysho, amalan sunnah seperti shalat malam dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah dan membawa keberkahan dalam hidup.
4. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan
Sedekah di bulan Rajab memiliki keutamaan besar karena termasuk dalam bulan haram yang dimuliakan. Para salaf terdahulu sangat gemar bersedekah di bulan ini sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah.
Seorang ulama, Khalid Basalamah, juga menegaskan bahwa sedekah dapat menjadi wasilah untuk mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam hidup. Oleh karena itu, dianjurkan untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan mendukung dakwah Islam.
5. Menyambut Sya’ban dengan Ibadah
Rajab adalah bulan yang menjadi pengantar menuju Sya’ban dan Ramadan. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad)
Sebagai bentuk persiapan menuju bulan suci Ramadan, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah di bulan Rajab, sehingga ketika masuk bulan Sya’ban dan Ramadan, kita sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah sunnah yang lebih banyak.
Kesimpulan
Bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Dengan mengamalkan ibadah-ibadah seperti istighfar, puasa, shalat sunnah, sedekah, dan persiapan menyambut Sya’ban dan Ramadan, kita bisa mendapatkan keberkahan yang lebih banyak.
Namun, dalam menjalankan amalan di bulan Rajab, penting untuk memastikan bahwa amalan tersebut sesuai dengan syariah dan menurut sunnah agar tidak terjebak dalam praktik yang tidak memiliki dasar yang jelas dalam Islam.
Semoga kita semua bisa mengoptimalkan bulan Rajab dengan ibadah yang benar dan diterima oleh Allah SWT. Aamiin. 🤲