Trending

China enggan tanggapi isi Komunike Burgenstock soal perdamaian Ukraina - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Beijing (BERITAJA) - Pemerintah China enggan memberikan tanggapan atas substansi Komunike Burgenstock yang merupakan hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian atas krisis Ukraina di Swiss pekan lalu.

"China tidak ambil bagian dalam KTT perdamaian tersebut dan tidak bakal mengomentari komunike berbareng tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konvensi pers rutin di Beijing, Senin.

KTT perdamaian di Ukraina yang berjalan dua hari di Burgenstock, Swiss, berhujung pada Minggu (16/6) dengan pengesahan deklarasi akhir ialah komunike Burgenstock.

Lebih dari 90 negara menghadiri perundingan tersebut, namun komunike berbareng tersebut didukung oleh hanya 80 negara dan empat organisasi.

Sebanyak 16 negara dan organisasi, termasuk Indonesia, Libya, Arab Saudi, Thailand, India, Meksiko, Afrika Selatan, Brazil dan Uni Emirat Arab abstain.

"Posisi China dalam masalah Ukraina konsisten dan jelas," kata Lin Jian menambahkan.

Pemerintah China sebelumnya sudah menegaskan tidak menghadiri konvensi perdamaian tersebut lantaran tidak memenuhi tiga komponen krusial ialah pengakuan dari Rusia dan Ukraina, partisipasi yang setara dari semua pihak, dan obrolan yang setara mengenai seluruh rencana perdamaian.

Rusia belum diundang untuk mengikuti konvensi perdamaian tersebut.

Baca juga: KTT perdamaian Ukraina sahkan deklarasi, Indonesia abstain

Dalam deklarasi Burgenstock itu, disebutkan negara-negara pendukung mengatakan mereka melakukan "pertukaran pandangan yang bermanfaat, komprehensif, dan konstruktif menuju kerangka perdamaian yang komprehensif, setara dan abadi, berasas norma internasional, termasuk Piagam PBB."

"Secara khusus, kami menegaskan kembali komitmen untuk menahan diri dari ancaman alias penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah alias kemerdekaan politik negara mana pun, prinsip kedaulatan, kemerdekaan dan integritas wilayah semua negara," suara pernyataan tersebut.

"... termasuk Ukraina, dalam perbatasan mereka yang diakui secara internasional, termasuk perairan teritorial, serta penyelesaian sengketa melalui langkah tenteram sebagai prinsip norma internasional," lanjut pernyataan tersebut.

Mengenai Indonesia yang memilih abstain dalam komunike berbareng itu, Kementerian Luar Negeri mengatakan Indonesia menilai bahwa Komunike Bersama bakal lebih efektif jika disusun secara inklusif dan berimbang.

Walau demikian, penyelenggaraan KTT perdamaian tersebut tetap selaras dengan posisi Indonesia bahwa sengketa dan bentrok antarnegara mesti diselesaikan melalui jalan diplomasi, seperti perundingan.

Baca juga: PM Jepang serukan upaya dunia capai perdamaian kekal di Ukraina


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close