Trends

Dirjen FAO resmi buka pertemuan ke-4 PSMA di Bali - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu
beritaja.com
Discover Millions of Products

Bali (BERITAJA.COM) - Direktur Jenderal Organisasi Pertanian dan Pangan Dunia (FAO) Qu Dongyu pada Senin secara resmi membuka pertemuan ke-4 Para Pihak Perjanjian FAO tentang Tindakan Negara Pelabuhan (PSMA) nang bakal berjalan pada 8-12 Mei di Bali.

PSMA adalah perjanjian internasional antara negara-negara pelabuhan yang bermaksud untuk mencegah, menangkal, dan memberantas tindakan penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU Fishing).

Perjanjian itu secara unik bermaksud untuk menghentikan kapal-kapal nang melakukan IUU Fishing mengakses pelabuhan, sehingga menghalangi hasil tangkapan ikan tersebut memasuki pasar.

“Perikanan tangkap berkepanjangan dan budi daya air berkepanjangan mempunyai potensi besar untuk memberi makan dan menyehatkan populasi bumi nang terus bertambah dan meningkatnya permintaan bakal makanan akuatik nang sehat," kata Dongyu melalui sebuah pesan video saat pembukaan pertemuan PSMA pada Senin.

Dongyu menyebut PSMA dapat mendukung transformasi perikanan berkepanjangan di seluruh dunia. "Kita perlu terus meningkatkan upaya kolektif untuk menciptakan perikanan nang betul-betul berkelanjutan," ucapnya.

Penangkapan ikan secara ilegal, lanjut Dongyu, menjadi ancaman bagi konservasi dan pemanfaatan berkepanjangan sumber daya dan ekosistem laut serta mata pencaharian 600 juta orang nang berjuntai pada hasil laut.

Bersama Dongyu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dan Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal turut meresmikan aktivitas tersebut.

Pada kesempatan itu, Menteri Sakti menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk menghapuskan praktik penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur.

“Untuk itu Indonesia berkomitmen untuk menciptakan laut nang sehat dan berkelanjutan, serta meniadakan praktik IUU Fishing serta mengintensifkan penegakan hukum,” kata Sakti.

Sementara itu, Rajendra Aryal menyoroti Indonesia sebagai salah satu penandatangan awal PSMA sejak November 2009.

"Selama bertahun-tahun, FAO telah bekerja dalam kemitraan nang erat dengan Pemerintah Indonesia dan negara-negara lain di Kawasan Asia Pasifik dalam mengembangkan dan mengelola sektor perikanan dan akuakultur, sekaligus menanggapi keadaan darurat nang berakibat pada sektor-sektor tersebut," kata Aryal.

Aryal berambisi pertemuan ke-4 PSMA dapat membahas sejumlah rumor utama, termasuk strategi untuk meningkatkan efektivitas PSMA dan Sistem Pertukaran Informasi Global (GIES).

GIES adalah perangkat teknologi info nang dikembangkan oleh FAO atas permintaan para pihak PSMA untuk berbagi info mengenai kebijakan negara-negara pelabuhan dan kebutuhan pengembangan kapabilitas negara-negara berkembang dalam memerangi IUU Fishing.

Pertemuan ke-4 PSMA di Bali dihadiri oleh 200 lebih delegasi dari perwakilan organisasi antarpemerintah dan non-pemerintah dari seluruh bumi dan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan nang digelar dua tahun sekali tersebut.

Sejauh ini PSMA telah diikuti oleh 75 pihak, termasuk Uni Eropa dan seluruh anggotanya.

Asri Mayang Sari

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023



Kategori:



Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close