Trending

Dispar Lombok Barat maksimalkan pengembangan desa wisata - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Mataram (BERITAJA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berbareng konsultan perencana turun langsung memandang potensi wisata dalam memaksimalkan pengembangan desa wisata di wilayah setempat.

"Kita punya cukup banyak desa wisata yang terdaftar, sekarang kami coba lihat potensi mereka dan kesungguhan pengelolaannya," kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Agus Gunawan melalui keterangan tertulisnya, di Mataram, Selasa.

Kunjungan berbareng konsultan perencana yang telah dilaksanakan ke Desa Buwun Mas, bukan hanya memandang potensi yang ada. Namun untuk melakukan observasi mengenai penyusunan masterplan

"Kita observasi, kumpulkan info tentang potensi, aktivitas masyarakat, aktivitas penanammodal untukmampu mengoneksikan alias sinkronisasi dengan masterplan yang kami susun," katanya.

Setelah masterplan tersebut disusun diharapkan lebih memaksimalkan pengembangan desa wisata, misalkan penanammodal melakukan apa, pemda melakukan apa, itumampu sejalan dan saling menguntungkan untuk perkembangan potensi desa wisata.

"Seperti di Buwun Mas dan Sekotong pada umumnya," katanya pula.

Konsultan Perencana Dispar Lombok Barat Putu Eka mengatakan aktivitas itu merupakan langkah untuk mengumpulkan info yang ada di Desa Buwun Mas, baik dari segi tata ruang, arsitektural hingga kepariwisataan.

Kemudian untuk wilayah Sekotong menuju ke petunjuk Pelangan-Batu Putih sudah mempunyai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang disusun oleh PUPR Provinsi NTB.

Sehingga petunjuk pengembangan kebijakan pembangunan di wilayah itu sudah jelas, unik untuk wilayah Sekotong yang ke petunjuk Buwun Mas, dan ke petunjuk KEK Mandalika sendiri belum ada RDTR nya, sehingga dibutuhkan masterplan sebagai dasar RDTR.

“Masterplan ini skalanya lebih mini dan bakal lebih mengerucut kepada pola tata ruang aktivitas pariwisata," katanya lagi.

Sedangkan yang petunjuk pengguna itu sudah diakomodir oleh RDTR tadi, sehingga kelak kebijakan perizinan dan lainnya itu sudah jelas di sana.

"Buwun Mas belum ada. Jadi kami perlu dari awal sebagai desa wisata itu mengatur pola ruang kegiatan," katanya lagi.

Kelanjutan masterplan Buwun Mas ini tentu menjadi dasar info awal untuk RDTR. Kemudian juga sebagai guidance desa wisata.

"Pada saat desa wisata ada pembangunan, desa wisata itu sudah tau jika area ini pemanfaatan ruangnya untuk apa, area timur, area barat, area utara dan area selatan dipakai untuk apa," kata dia.
Baca juga: Desa Les Buleleng masuk nominasi hidayah Desa Wisata Kemenparekraf 
Baca juga: Desa Wisata Gunungsari Kabupaten Madiun masuk 50 besar ADWI 2024
Baca juga: Tiga desa wisata Sumbar masuk 50 besar ADWI 2024


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
↑
close