Trending

Eks Penyidik KPK yakin Harun Masiku segera tertangkap  - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Cepat alias lambat tentu Hasto dan Kusnadi bakal diperiksa kembali untuk ditanyakan kembali mengenai dengan isi ponsel tersebut.

Jakarta (BERITAJA) -

Mantan interogator Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harapan meyakini AKBP Rossa Purbo Bekto selaku Kasatgas Penyidikan KPK dapat menangkap Harun Masiku, tersangka kasus pemberian bingkisan alias janji kepada penyelenggara negara mengenai dengan penetapan calon personil DPR RI terpilih periode 2019—2024 di KPU RI.

"Tim interogator tambahan di bawah kepemimpinan Kasatgas Penyidikan AKBP Rossa Purbo Bektimampu menangkap Harun Masiku," kata Yudi di Jakarta, Selasa.

Keyakinan ini, kata Yudi, didasari oleh rekam jejak AKBP Rossa Purbo Bekti selaku interogator KPK.

AKBP Rossa Purbo Bekti selain sudah berilmu ikut menangkap DPO kasus korupsi seperti Samin Tan, Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto, menurut dia, Rossa juga pernah terlibat sebagai penyelidik dalam operasi tangkap tangan (OTT) suap komisioner yang melibatkan Harun Masiku.

Terkait dengan penyitaan ponsel Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Yudi berpendapat bahwa AKBP Rossa tahu apa yang mesti diperbuat setelah penyitaan itu.

Yudi meyakini interogator telah melakukan kajian digital forensic terhadap ponsel tersebut. Namun, selesainya kapan? Tentu bakal memerlukan waktu lantaran tergantung pada isi dari ponsel apakah banyak alias sedikit datanya.

Jika hasil analisis tersebut ada kaitannya dengan pelarian Harun Masiku atau perkara suap personil KPU, menurut aktivis antikorupsi itu, tentu bakal ditanyakan kepada pemilik ponsel tersebut.

"Cepat alias lambat tentu Hasto dan Kusnadi bakal diperiksa kembali untuk ditanyakan kembali mengenai dengan isi ponsel tersebut apakah tentang percakapan, gambar, video, alias rekaman suara dan lainnya," kata Yudi yang pernah sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK.

Apabila kedua pihak yang dimaksud mangkir dalam panggilan, lanjut dia, interogator punya kewenangan untuk memanggil kembali dengan panggilan kedua sertamampu membawa paksa jika tidak datang dengan argumen yang patut.

Baca juga: KPK: Pencarian Harun Masiku tidak mengenai agenda politik
Baca juga: Bareskrim sarankan Staf Hasto Kristiyanto ajukan praperadilan

Terkait dengan apakah peralatan bukti yang disita bakal dikembalikan, Yudi mengatakan bahwa tentu setelah didalami tidak ditemukan ada kaitan dengan perkara pokok, ialah suap personil KPU alias pelarian Harun Masiku,mampu jadi dikembalikan dan tidak menjadi peralatan bukti. Hal ini tinggal menunggu kajian penyidik.

Menurut Yudi, dengan kondisi kegaduhan seperti ini, tentu Harun Masiku dan orang-orang yang menyemsuarakan dan membiayai buronan tersebut tentu bakal mencari strategi lain untuk bersemsuara, apalagi sudah 4 tahun tidak tersentuh.

Namun, Yudi meyakini dengan pengalamannya, Rossa yang sudah menangani beragam kasus besar di KPK, termasuk KTP-el dan SYL, sudah memperkecil area pencarian Harun Masiku.

"Kita doakan saja Harun Masiku sigap tertangkap lantaran kasus ini tidak bakal tuntas selama Harun Masiku belum tertangkap," kata Yudi.

Sebelumnya, Harun Masiku ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemberian bingkisan alias janji kepada penyelenggara negara mengenai dengan penetapan calon personil DPR RI terpilih periode 2019—2024 di Komisi Pemulihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Walau demikian, Harun Masiku selalu mangkir dari panggilan interogator KPK hingga dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 17 Januari 2020.

Selain Harun, pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut adalah personil KPU periode 2017—2022 Wahyu Setiawan.

Wahyu Setiawan yang juga terpidana dalam kasus yang sama dengan Harun Masiku. Saat ini tengah menjalani bebas bersyarat dari pidana 7 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang, Jawa Tengah.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close