Trending

Gakkum KLHK limpahkan tersangka perusakan hutan di Kejari Bone - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Makassar (BERITAJA) - Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi melimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berkas perkara dua tersangka  dugaan perusakan area rimba lindung.

"Pelimpahan berkas perkara tersangka dan peralatan buktinya ke Kejaksaan Negeri Bone untuk disidang," kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi Aswin Bangun melalui keterangan diterima di Makassar, Senin.

Dua tersangka tersebut diketahui ialah Kepala Desa Polewali Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone berinisial A (32) sebagai pemberi perintah dan modal serta seseorang berinisial K (51) sebagai penanggung jawab lapangan.

Perkembangan ini, kata dia, menandai langkah krusial dan komitmen Balai Gakkum untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Dan bagi para pelaku mendapat balasan yang setimpal guna memberikan pengaruh jera.

"Penegakan norma yang kuat merupakan bagian dari upaya kita dalam melindungi sumber daya alam (SDA) dan menjaga keseimbangan ekosistem," paparnya menegaskan.

Dengan pelimpahan kasus ini ke Kejari Bone, kata dia, pihaknya berambisi proses norma dapat melangkah lancar dan adil, serta menjadi peringatan bagi pihak-pihak lain untuk tidak melakukan perbuatan serupa.

"Kami bakal terus bekerja keras untuk memastikan tokoh intelektual sebagai penerima faedah utama dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ini sebagai corak komitmen pemerintah menghentikan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan," katanya.

Gakkum KLHK sejauh ini, sebut Aswin telah melakukan 2.133 operasi pengamanan hutan, pembalakan liar dan TSL serta 1.554 diantaranya telah diseret ke meja hijau.

Sebelumnya, Balai Gakkum KLHK berbareng KPH Cenrana membentuk tim operasi terdiri dari Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Anoa, Seksi Wilayah I Makassar, Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi berbareng pihak UPTD KPH Cenrana Kabupaten Bone.

Operasi tersebut menyusul dugaan perusakan dan pembukaan lahan berupa pembuatan jalan di dalam area rimba lindung Tellu Limpoe Kabupaten Bone, Sulsel dengan menggunakan perangkat berat ekskavator.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sulsel selanjutnya mengomunikasikan hasil temuan petugas KPH Cenaran, terhadap aktivitas perusakan dan pembukaan lahan pembuatan jalan sepanjang 1.553 kilometer di dalam area rimba lindung setempat ke Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi.

Pembukaan lahan dalam area Hutan Lindung Tellu Limpoe tersebut diduga bakal digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi selanjutnya mengamankan keduanya serta menetapkan keduanya sebagai tersangka. Saat ini kedua tersangka ditahan di sel penitipan tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Sulsel.

Atas perbuatan perusakan dan pembukaan lahan tersebut kedua tersangka A (32) dan K (51) dijerat dengan Pasal 78 ayat (3) jo Pasal 50 ayat (2) huruf 'a' Undang-undang RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Sebagaimana telah diubah pada Pasal 36 nomor 17 dan nomor 19 Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana paling tinggi lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp7,5 miliar.
Baca juga: Tim Gakkum KLHK Sulawesi tetapkan tersangka perusak area HPT Sulbar
Baca juga: Tersangka penyelundupan kayu terlarangan di Sulteng bertambah satu orang
Baca juga: Kasus kayu terlarangan asal Papua siap disidangkan


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close