Trending

INASH: Jamaah haji dengan hipertensi harus rajin konsumsi air dan obat - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (Indonesian Society of Hypertension/INASH) mengimbau kepada jamaah haji yang mempunyai riwayat penyakit hipertensi untuk giat mengonsumsi air dan meminum obat saat beragama di tanah suci.

“Jangan hanya minum jika haus saja, pokoknya secara regular minum sedikit-sedikit. Kalau minum seperti itu tidak bakal sering kencing, tapi, jika langsung dihantam banyak air tubuh bakal sigap buang air,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Menanggapi aktivitas ibadah haji tahun ini yang rentan dengan cuaca panas, Eka menuturkan giat meminum air putih dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi dari cuaca panas di tanah suci.

Para jamaah dianjurkan untuk tetap membawa persediaan air minum, meski mudah mendapatkan akses air. Air persediaan tersebut dapat dikonsumsi ketika sedang menunggu antrean di bilik mini maupun mengurangi rasa dahaga disela aktivitas ibadah.

“Penyebab kemarin banyak yang meninggal itu lantaran dehidrasi. Saya selalu bilang, pokoknya siapkan persediaan air minum lantaran saat antre toilet, dia haus, dia mesti segera minum,” ujar Eka.

Baca juga: Kemenag imbau jamaah calon haji tak bentangkan spanduk di Tanah Suci

Selain mengalami dehidrasi, giat meminum air putih juga menghindarkan jamaah dari akibat terserang heat stroke atau serangan panas, kepikunan hingga lenyap kesadaran.

Terkait dengan kerutinan mengonsumsi obat, Eka menekankan pengobatan hipertensi mesti dijalankan seumur hidup dan tidak boleh diabaikan meski pasien merasa kondisinya semakin membaik. Menurut dia, obat yang diminum bakal menghindarkan organ-organ dalam tubuh mengalami kerusakan yang disebabkan oleh hipertensi seperti terjadinya kerusakan kegunaan ginjal.

Hal lain yang Eka sarankan agar jamaah tidak mengalami kumat ialah menghindari makanan yang asin. Kalaupun jamaah mau menyantap hidangan dengan cita rasa asin, dia mengingatkan untuk konsumsi garam tidak boleh lebih dari lima gram per hari alias setara satu sendok teh per orang per hari.

Dalam kesempatan itu Eka turut menjelaskan bahwa cuaca panas memang tidak terbukti dapat membikin seseorang terkena hipertensi. Sebab, otak sebagai kontrol tubuh, mempunyai suatu pengaturan yang dapat bereaksi terhadap suhu di luar tubuh.

Eka turut mengatakan bahwa akibat dari cuaca panas juga hanya berkarakter sementara sehingga begitu tubuh terkena suhu yang lebih dingin, indikasi bakal berkurang secara perlahan.

“Tekanan dpetunjuk kita itu dipengaruhi neurohormonal, jadi, ada panas simpatis, jika ada suhu panas itu bakal naik. Jadi, pengaturan tekanan dpetunjuk itu sebenarnya ada di otak, neurohormonal mempengaruhi volume dpetunjuk dan jantung. Jadi di otak itu ada reseptor panas dan dingin yangmampu mempengaruhi simpatis,” kata dia.

Baca juga: Jamaah calon haji wajib waspada jika tak mau selalu buang air kecil

Baca juga: Jamaah calon haji disarankan banyak minum air cegah "heat stroke"

Baca juga: Vaksin meningitis sebaiknya 14 hari sebelum berangkat haji


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close