Trending

Kemenkominfo lancarkan "SMS blast" untuk cegah judi online - Beritaja

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai melancarkan SMS blast dalam upaya mencegah praktik gambling online, yang telah menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

"Edukasi melalui SMS blast sudah mulai," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi dalam pesan elektronik yang diterima BERITAJA, Minggu.

Budi mengatakan, upaya edukasi menggunakan SMS blast akan dilakukan rutin dilakukan setiap hari bekerja sama dengan operator-operator seluler yang beraksi di Indonesia.

Dalam SMS blast yang terbaru, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingatkan penduduk mengenai ancaman gambling online.

Pesan yang disebarkan kepada penduduk pada Minggu bersuara, "Judi Online Bahaya dan Merusak Pengguna. Jangan Pernah Mencoba. Jaga Masa Depan Penuh Bahagia".

Baca juga: PPATK blokir 5.000 rekening kasus gambling "online"
Baca juga: Kominfo temukan indikasi TPPO dalam kasus gambling "online"

Selain melancarkan SMS Blast, Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku penanggung jawab bagian pencegahan dalam Satuan Tugas Pemberantasan Judi Daring (Satgas Judi Online) rutin memutus akses ke situs-situs bermuatan gambling online.

Sejak 17 Juli 2023 hingga 13 Juni 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir 2.945.150 konten gambling online.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah mengusulkan permintaan penutupan 555 akun e-wallet yang berangkaian dengan aktivitas gambling online kepada Bank Indonesia serta pemblokiran 5.779 rekening bank mengenai gambling online ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 18 September 2023 hingga 28 Mei 2024.

Sejak 17 Juli 2023 hingga 13 Juni 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menangani 16.596 sisipan laman gambling di situs pendidikan dan 18.974 sisipan laman gambling di situs pemerintahan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melayangkan surat peringatan keras kepada pengelola X, Telegram, Google, Meta, dan TikTok karena platform mereka banyak dimanfaatkan untuk menyebarluaskan konten mengenai gambling online.
​​​​​​​
Baca juga: Kemenkominfo sukses memblokir nyaris 3 juta konten gambling online
Baca juga: Pengamat: Peningkatan kesadaran ancaman gambling online jauh lebih penting


Editor: Mahfud Maryati
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close