Trending

Ketegangan geopolitik dan kebijakan bertetangga baik - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Indonesia bakal lebih mengedepankan sikap saling menghormati eksistensi, martabat, dan kedaulatan setiap negara, mengingat tidak ada satu narasi tunggal untuk semua hal,

Jakarta (BERITAJA) - Menguatnya tarikan geopolitik dan berlarutnya sejumlah bentrok bersenjata, sebagaimana terjadi di Palestina dan Ukraina, menjadikan situasi bumi seperti menuju temaram.

Dunia tengah menghadapi tantangan yang kian kompleks dan rumit. Itu sebabnya dalam forum Shangri-La Dialogue di Singapura, awal Juni lalu, Menteri Pertahanan yang juga presiden terpilih Prabowo Subianto, menyampaikan rayuan untuk kembali membangun perdamaian dan menciptakan stabilitas global, termasuk mengelola rivalitas kekuatan-kekuatan utama dunia.

Tiga prinsip yang disampaikan Prabowo dalam forum tersebut adalah kemauan hidup berdampingan dengan tenteram (coexistence), kolaborasi, serta membangun kompromi.

Untuk itu, Indonesia mendorong pentingnya perbincangan yang inklusif, menjalin kerja sama konkret, seraya terus-menerus memperkuat penerapan hukum-hukum internasional.

Prabowo memastikan, sebagai negara nonblok, Indonesia tidak bakal berpihak kepada poros tertentu.

Menurut Prabowo, Indonesia bakal lebih mengedepankan sikap saling menghormati eksistensi, martabat, dan kedaulatan setiap negara, mengingat tidak ada satu narasi tunggal untuk semua hal.

Bertetangga baik

Masih menurut Prabowo, baik di area maupun global, Indonesia bakal lebih memosisikan diri sebagai “tetangga yang baik” (good neighbour policy).

Di kawasan, kebijakan ini mengakar pada nilai-nilai Asia yang lebih menitikberatkan pada sisi harmoni daripada keakuan, lebih pada rasa daripada semata-mata rasio.

Gagasan Prabowo berbasis pada tradisi di negeri ini bahwa tetangga merupakan pihak yang dekat, yang bakal menolong bangsa ini ketika sedang menghadapi kesulitan.

Tetangga yang bakal segera datang menolong, bukan kerabat kandung yang tinggal berjauhan. Good neighbour policy diyakinimampu diterapkan dalam kehidupan bernegara.

Sikap saling menghormati dan menghargai menjadi opsi untuk penyelesaian sengketa wilayah yang terjadi.

Seperti pengalaman Indonesia sendiri, yang pernah berkonflik dengan Malaysia dan Singapura, perkara itumampu diselesaikan dengan kebijakan bertetangga yang baik.

Berdasar pengalaman mengatasi bentrok Indonesia-Malaysia pertengahan dasawarsa 1960-an dulu, termanifestasi pada keahlian untuk menahan diri, lantas duduk berbareng mencari solusi damai.

ASEAN sejatinya mempunyai sistem solusi tenteram melalui "East Asia Summit, ASEAN Plus Three", hingga "ASEAN Outlook on Indo-Pacific".

Satu perihal yang membedakan Shangri-La Dialogue tahun ini, dibandingkan waktu sebelumnya, adalah soal perang yang tetap berjalan di Gaza.

Konflik antara Israel dan Palestina menjadi keprihatinan dunia, mengingat akibatnya berupa tragedi kemanusiaan.

Tema obrolan Shangri-La Dialogue jenis 2024, untuk mencari langkah pendekatan yang lebih segar dalam menghadapi tantangan keamanan global, dan lebih konsentrasi pada ketegangan di Laut China Selatan (LCS).

Penetapan Presiden Ferdinand Marcos Jr. sebagai pembicara kunci merupakan sinyal bahwa ketegangan yang terjadi di LCS dianggap jauh lebih serius dan krusial daripada bentrok yang terjadi di area lain.

Pada pidato kuncinya, Presiden Marcos Jr. menyebut gimana negaranya menghadapi provokasi dari negara lain, terhadap wilayah kedaulatannya.

Pidato Presiden Marcos Jr. jelas ditunjukkan kepada China lantaran beberapa kali terjadi kejadian tumbukan kapal di wilayah perairan yang dipersengketakan.

Sekembalinya dari forum Shangri-La, Presiden Marcos Jr. berpesan kepada tentara Filipina-- saat berjamu ke markas pasukan di Provinsi Isabella--, agar selalu dalam kondisi siaga tinggi.

Presiden Marcos Jr. menekankan bahwa ancaman eksternal sekarang semakin nyata, kian mengkhawatirkan, dan itulah sebabnya tentara Filipina mesti bersiap.

Apa yang disampaikan Presiden Filipina tersebut adalah bagian dari dinamika politik dunia yang paling mencolok saat ini, ialah pertarungan kekuasaan dan perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan China di area Indo Pasifik.

Rivalitas keduanya berada pada sedikitnya empat dimensi, ialah teknologi, investasi, infrastruktur, dan keamanan. Beijing dan Manila sedang bersitegang dalam tensi tinggi lantaran kehadiran pasukan AS dan sekutunya dalam rangka latihan berbareng dengan sandi Balikatan 2024.

Bahkan pada April lalu, AS menempatkan rudal yang mempunyai keahlian menjangkau sebagian pesisir China.

Selain rivalitas Amerika Serikat dan China, dinamika politik dunia lainnya yang cukup mencolok dan patut dicermati adalah bentrok berlarut antara Rusia dan Ukraina.

Perang di antara kedua negara meletus sejak Februari 2022, menjadi puncak bentrok di antara kedua negara sejak 2014.

Adapun motif yang diusung oleh Rusia mengenai invasi ke Ukraina adalah menolak keanggotaan Ukraina ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang diasumsikan dapat menakut-nakuti keamanan nasional Rusia.

Konflik Rusia-Ukraina tetap belum mereda menjelang konvensi perdamaian Ukraina, pertengahan bulan ini, di Burgenstock, Swiss.

KTT Perdamaian ini diharapkanmampu memberikan perlindungan politik kepada Ukraina sekaligus menekan Rusia untuk tidak terus melancarkan perang ke Ukraina. Pertemuan tingkat tingkat tinggi itu, tentumampu menjadi salah satu jalan menuju perdamaian.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, sebagai salah satu pembicara utama dalam Shangri-La Dialogue, menyampaikan undangan secara unik kepada Menhan Prabowo Subianto untuk hadir.

Partisipasi dan peran aktif Indonesia dalam KTT Perdamaian di Swiss itu, bakal menunjukkan peran Indonesia sebagai tokoh dunia penting.

Sebagai bangsa dengan sejpetunjuk panjang diplomasi dan mendorong perdamaian, salah satunya melalui Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung.

Pancasila sebagai pemandu

Dalam kesempatan peringatan Hari Pancasila beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo membujuk masyarakat untuk selalu optimistis di tengah situasi geopolitik yang penuh ketegangan dan rivalitas.

Sikap optimistis selalu dikedepankan, mengingat Indonesia mempunyai Pancasila yang memandu petunjuk bangsa.

Presiden Jokowi juga membujuk semua komponen bangsa memperkokoh kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi, yang juga bagian dari pengamalan Pancasila, terutama di tengah kondisi perekonomian dunia yang condong tidak menentu.

Tak hanya lantaran Indonesia mempunyai Pancasila, Presiden Jokowi juga berambisi masyarakat tetap optimistis di tengah dinamika dunia lantaran Indonesia mempunyai modal sosial dan budaya yang kokoh.

Presiden Jokowi menuturkan bahwa nilai-nilai Pancasila mesti terus diaktualisasikan dan diwariskan dalam perilaku dan kebijakan yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan salah satu implementasinya adalah keaktifan Pemerintah di bumi internasional tanpa menyurutkan perjuangan untuk terus memperkokoh perjuangan untuk terus memperkokoh kemandirian bangsa.

Nilai Pancasila pula yang banyak memberi inspirasi bagi Menhan Prabowo dalam Shangri-La Dialogue. Itu sebabnya presentasi Prabowo memberi warna yang berbeda.

Prabowo tak mau mengangkat ketegangan antara AS dan China, namun mengedepankan rumor yang luput dari perhatian pembicara lain, ialah soal bentrok di Gaza.

Benar, pesan kemanusiaan lebih diangkat oleh Menhan Prabowo, gimana gencatan senjata mesti dilakukan di Palestina.

Pernyataan Menhan Prabowo dianggap lebih jelas lantaran diikuti dengan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian, andaikan diundang PBB.

Termasuk kesiapan Indonesia untuk mengirimkan rumah sakit terapung (kapal rumah sakit TNI AL) guna membantu penanganan medis bagi penduduk di Palestina yang menjadi korban perang.

Dengan adanya gencatan senjata, maka tak ada lagi penduduk yang mesti kehilangan nyawanya dan menderita. Pasukan Perdamaian PBB kemudianmampu masuk ke wilayah sengketa untuk menghindarkan terjadinya kembali perang.

Agenda selanjutnya adalah perundingan tenteram bagi pihak-pihak yang berkonflik, sementara penduduk dari negara yang sedang bertikai,mampu menata kembali hidup mereka serta membangun kembali keluarganya.

Prabowo mengangkat langkah Asia (Asian way) sebagai media dalam penyelesaian konflik.
Tampaknya Prabowo terinspirasi oleh nilai yang dulu diperkenalkan oleh Bung Karno, ialah gotong royong.

Sikap saling menghormati dan menghargai menjadi pintu masuk dalam penyelesaian sengketa wilayah yang terjadi. 

*) Penulis adalah Dosen UCIC, Cirebon

Editor: Mahfud Achmad Zaenal M

Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close