Mengenal Lebih Dalam Tentang Apa Itu Adhd? - Beritaja

Albert Michael By: Albert Michael - Wednesday, 19 February 2025 18:51:40

BERITAJA is a International-focused news website dedicated to reporting current events and trending stories from across the country. We publish news coverage on local and national issues, politics, business, technology, and community developments. Content is curated and edited to ensure clarity and relevance for our readers.

Jakarta (BERITAJA) - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) alias gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas adalah kondisi neurodevelopmental yang menyebabkan seseorang kesulitan memusatkan perhatian, bersikap impulsif, dan condong hiperaktif. ADHD umumnya terdiagnosis pada anak-anak, tetapi dalam beberapa kasus, gejalanya dapat terus bersambung hingga dewasa.

ADHD tidak hanya sekadar mengakibatkan pengidapnya kesulitan berkonsentrasi, tetapi juga melibatkan ketidakmampuan dalam mengatur emosi, menyusun rencana, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Jika tidak ditangani dengan baik, ADHD dapat berakibat pada prestasi akademik, hubungan sosial, hingga produktivitas kerja.

Jenis-jenis ADHD

ADHD terbagi menjadi tiga jenis utama berasas indikasi yang dominan, yaitu:

1. ADHD dominan inatentif
Sebelumnya dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (ADD), jenis ini ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, mudah lupa, sering kehilangan barang, serta susah mengikuti petunjuk alias menyelesaikan tugas.

2. ADHD dominan hiperaktif-impulsif
Pengidap jenis ini menunjukkan perilaku hiperaktif seperti tidak mampu diam, berbincang berlebihan, sering menginterupsi pembicaraan orang lain, serta susah menunggu giliran dalam suatu kegiatan.

3. ADHD kombinasi
Jenis ini merupakan campuran dari dua jenis sebelumnya, di mana pengidap mengalami kesulitan konsentrasi sekaligus menunjukkan perilaku impulsif dan hiperaktif.

Baca juga: Tanda anak terkena ADHD dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang

Gejala ADHD

Gejala ADHD dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Berikut beberapa ciri-ciri umum yang dapat ditemukan pada pengidap ADHD:

Gejala ADHD dominan inatentif:

  • Kesulitan memusatkan perhatian pada perincian kecil.
  • Mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar.
  • Sulit menyelesaikan tugas alias mengikuti petunjuk panjang.
  • Sering lupa alias kehilangan peralatan yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari.

Gejala ADHD dominan hiperaktif-impulsif:

  • Tidak mampu duduk tak bersuara dalam waktu lama.
  • Sering berbincang tanpa henti dan menyela pembicaraan orang lain.
  • Berlarian alias memanjat pada situasi yang tidak sesuai.
  • Sulit mengontrol emosi dan sering bertindak tanpa berpikir.

Penyebab ADHD

Hingga kini, penyebab pasti ADHD belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa aspek yang diyakini berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini meliputi:

  • Faktor genetik: ADHD condong terjadi dalam keluarga, yang menunjukkan adanya keterkaitan dengan aspek keturunan.
  • Gangguan perkembangan otak: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam struktur dan aktivitas otak pada perseorangan dengan ADHD.
  • Paparan unsur berbahaya: Konsumsi alkohol, rokok, alias paparan unsur berbisa selama kehamilan dapat meningkatkan akibat ADHD pada anak.
  • Persalinan prematur alias berat badan lahir rendah: Kondisi ini dikaitkan dengan kemungkinan gangguan perkembangan otak yang dapat menyebabkan ADHD.

Baca juga: Peneliti ungkap akibat ADHD terhadap angan hidup laki-laki dan wanita

Diagnosis ADHD

Diagnosis ADHD dilakukan dengan pertimbangan medis oleh master alias psikolog. Proses ini melibatkan:

  • Wawancara klinis: Mengumpulkan info mengenai riwayat kesehatan, perilaku, serta lingkungan sosial pengidap.
  • Pemeriksaan fisik: Untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan lain yang mempunyai indikasi serupa.
  • Tes psikologis: Menggunakan kuesioner alias observasi perilaku untuk menilai tingkat keppetunjukan gejala.

Cara penanganan ADHD

Meskipun ADHD tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, terdapat beragam metode untuk membantu pengidapnya menata indikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT): Terapi ini membantu pengidap ADHD dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan konsentrasi, mengontrol impulsivitas, serta menata emosi.
  • Pengobatan medis: Dokter dapat meresepkan obat stimulan maupun non-stimulan guna membantu meningkatkan konsentrasi dan mengurangi hiperaktivitas.
  • Dukungan dari orang tua dan lingkungan: Orang tua dapat membantu dengan menciptakan rutinitas yang terstruktur, memberikan petunjuk yang jelas, serta memberi penghargaan atas perilaku positif anak.
  • Pendekatan edukasi: Sekolah dapat menyediakan support khusus, seperti strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anak ADHD.

ADHD dapat mempengaruhi beragam aspek kehidupan seseorang, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga hubungan sosial. Oleh lantaran itu, krusial bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih memahami kondisi ini agar dapat memberikan support yang optimal bagi mereka yang mengalaminya.

Bagi family yang menduga anaknya mengalami ADHD, segera konsultasikan dengan tenaga medis ahli untuk mendapatkan pemeriksaan dan rencana perawatan yang tepat.

Baca juga: Aktivitas bentuk berkedudukan jaga kesejahteraan mental anak

Baca juga: Studi ungkap hubungan masalah tidur dengan ADHD pada orang dewasa


Editor: Arman
Copyright © BERITAJA 2025


you are at the end of the news article with the title:

"Mengenal Lebih Dalam Tentang Apa Itu Adhd? - Beritaja"


Editor’s Note: If you're considering RV insurance, including options from National General and Good Sam, this guide provides a detailed comparison to help you make an informed decision. National General Good Sam RV Insurance: Complete Guide & Comparison (2026).

*Some links in this article may be affiliate links. This means we may earn a small commission at no extra cost to you, helping us keep the content free and up-to-date







Please read other interesting content from Beritaja.com at Google News and Whatsapp Channel!