Trending

Menkop UKM sebut pentingnya konsolidasi pengelolaan hasil pertanian - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyebut pentingnya konsolidasi dalam mengelola hasil pertanian, di antaranya hasil pertanian padi  guna meningkatkan kesejahteraan petani khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“RMP merupakan bagian ekosistem krusial dalam produksi pangan. AB2TI ini menjadi salah satu aktivitas agar petani sejahtera. Maka, betul yang dikerjakan dari hulu ke hilirnya. Petani berdaulat di bagian benih, dan gimana itu diproduksi danmampu sampai ke pasar. Ini ekosistem yang dibangun,” kata Teten dalam peresmian Rice Mill Plant (RMP) alias Pabrik Giling Beras milik PT AB2TI di Indramayu, Selasa.

Dia menyampaikan apa yang dilakukan oleh Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) dalam membangun ekosistem produksi pangan dengan penemuan teknologi, melalui pembangunan pabrik Rice Mill Plant (RMP)di Indramayu, Jawa Barat (Jabar) merupakan salah satu konsolidasi pengelolaan hasil pertanian.

Ia menegaskan, dalam membangun ekosistem petani yang berdaulat, perlu juga dipikirkan gimana konsep integrative farm. Yakni, pabrik RMP yang terhubung dengan supply chain-nya, agar tidak perlu mencari gabah sampai ke luar provinsi.

“RMP milik AB2TI ini mempunyai kapabilitas produksi 20-40 ton per hari. Maka yang mesti dipikirkan selanjutnya, apakah kapabilitas tersebutmampu dipenuhi oleh produk gabah petani tersebut. Untuk memenuhi stok gabah diperlukan juga capital (modal) yang kuat,” ujarnya.

Maka selanjutnya, kata Menteri Teten, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berbareng Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) telah melakukan beberapa piloting mengenai korporatisasi petani, dengan memberikan pembiayaan alias modal kepada petani-petani di bawah naungan koperasi yang terhubung dengan offtaker.

Salah satunya, model korporatisasi petani dengan pembiayaan pre-financing kepada 1.200 petani di Al-Itifaq Ciwidei, Bandung, Jabar yang memproduksi 8 ton sayur dan buah per hari untuk memasok kebutuhan di pasar ritel modern. Untuk itu LPDB-KUMKM perlu menyuntik pembiayaan Rp900 juta per ton kepada koperasi untuk membeli dari petani secara tunai 100 persen.

Dalam perihal ini misalnya, AB2TI dibantu oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) supayamampu menghubungkan ke offtaker seperti Bulog maupun perusahaan lainnya, yang kemudian pembiayannyamampu dibantu melalui LPDB KUMKM alias perbankan.

“Bantuan pembiayaan diberikan agar koperasi punya keahlian membeli 100 persen petani lewat pre-financing,” katanya.

Menteri Teten menegaskan, para petani dalam negeri tidakmampu lagi bertani sendiri-sendiri, melainkan mesti kolektif.

"Kita menerapkan korporatisasi. Kita mesti berasosiasi dalam satu koperasi agar terbentuk skala ekonomi. Sendiri-sendiri itu nggakmampu,” katanya menegaskan.

Adanya RMP oleh AB2TI ini diharapkanmampu mengkonsolidasikan hasil tani para petani mini dengan memotong rantai pasok yang panjang, sehingga untung bakal kembali ke petani dan cita-cita untuk menyejahterakan petani dapat terwujud.

“Ekosistem ini yang kita mau untuk kembangkan. Model upaya sekaligus ekosistem bisnisnya. Hal ini punmampu menjadi model korporatisasi, petani padi bakal jadi bagian support pembiayaan, bagian ekosistem koperasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Menkop UKM menegaskan, petunjuk kebijakan pengembangan koperasi dan UKM salah satunya adalah modernisasi koperasi. Modernisasi dilakukan antara lain dengan pemanfaatan penemuan teknologi dan jugamampu masuk ke rantai pasok industri.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi (kedua kiri), Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki (kanan), Bupati Indramayu Nina Agustina (kiri), Ketua Umum AB2TI Dwi Andreas Santosa (kedua kanan), dalam peresmian Rice Mill Plant (RMP) alias pabrik penggilingan padi di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (11/6/2024). BERITAJA/Harianto

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum AB2TI Dwi Andreas Santosa mengatakan, dalam mendukung produktivitas petani mini dalam konservasi benih, pemuliaan, pengembangan, seleksi, tata niaga benih, dan pengembangan teknologi pertanian diharapkanmampu menjadi sumbangan krusial bagi masa depan pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani.

“Saat ini, personil AB2TI tersebar di 125 kabupaten/kota di 25 provinsi, yang ke depannya diharapkan terus tumbuh menjadi organisasi besar,” ujarnya.

Dwi mengaku bangga, di sepanjang tahun 2023 Nilai Tukar Petani (NTP) telah mencapai nomor 100, dengan rata-rata tahun lampau mencapai 110 alias membaik selama setahun ini.

“Kami bergerak berbareng ribuan petani menghasilkan bibit unggul termasuk padi. Mimpi kami mewujudkan petani berdaulat, mandiri, dan sejahtera,” harapnya.

Bupati Indramayu Nina Agustina menyambut baik hadirnya RMP milik AB2TI di Indramayu.

Ia menekankan, pembangunan RMP ini mestimampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar maupun petani.

“Termasuk mesti ada sinergi antara Bulog dengan petani, sehingga tercipta stabilisasi di tingkat produsen dan konsumen. Dan diharapkanmampu menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” ucapnya.

Ia mengatakan, melalui Dinas Koperasi dan UKM Indramayu, pihaknya juga terus berupaya menumbuh-kembangkan koperasi dan UMKM sebagai salah satu upaya menggerakkan ekonomi Indramayu. Di samping bermaksud meningkatkan upaya komersial, juga berdasarkan kesejahteraan sosial.

“Di Indramayu saat ini koperasi pertanian terdapat 38 koperasi, di antaranya 29 aktif dan 9 tidak aktif. Sementara koperasi nelayan sebanyak 26 koperasi, di antaranya 24 aktif dan 2 tidak aktif,” katanya merinci.

Nina menambahkan, Indramayu merupakan salah satu wilayah lumbung pangan nasional yang meraih ranking 1 tingkat nasional sebagai produsen tertinggi beras mencapai 1,8 juta ton per tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menuturkan, ada tidaknya angin besar El-Nino, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Bapanas agar mempunyai stok, tak boleh ada argumen tidakmampu dipenuhi.

“Bulog hari ini mempunyai stok 1,76 juta ton. Apalah ini cukup? Belum. Bulog minimal mesti punya 3 juta ton. Maka, kami di Bapanas berbareng seluruh pihak mendorong produksi dalam negeri. Adanya RMP AB2TI ini diharapkan membantu stok alias persediaan beras Pemerintah,” katanya.

Arief menambahkan, RMP AB2TI menjadi yang pertama bagi petani untuk mempunyai kapabilitas sebesar 20-40 ton produksi, danmampu menjadi model untuk wilayah lain.

Sehingga, pihaknya sangat mendukung ada penggilingan padi menengah mini yang bekerja-sama dengan upaya besar, agar produksinya dapat diserap secara optimal.

Baca juga: Bapanas-AB2TI PSN dan Pemkab Indramayu bersinergi hilirisasi pertanian
Baca juga: Bapanas pastikan stok pangan kondusif jelang Idul Adha 2024
Baca juga: Mendagri: Presiden Jokowi "Bapak Pengendali Inflasi"

 


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close