Trending

Menperin jajaki peningkatan kerja sama industri otomotif dengan Jepang - Beritaja

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita berjumpa dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) Ken Saito untuk membahas peningkatan kerja sama sektor industri manufaktur terutama otomotif.

Dalam pertemuan tersebut, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Minggu, Agus memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan otomotif Jepang yang hingga sekarang terus melakukan kegiatannya dengan positif, termasuk melakukan pendalaman struktur dengan melibatkan industri mini dan menengah dalam ekosistem produksi otomotif Indonesia.

Melihat kondisi positif itu, Agus mendorong peningkatan kerja sama dengan Jepang untuk berperan-serta dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Ia memaparkan kesempatan besar industri otomotif Jepang untuk berperan-serta mengisi gap consumption per capita untuk produk otomotif di Indonesia.

“Saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia adalah 99 mobil per 1.000 penduduk. Saya percaya dalam waktu tidak terlalu lamamampu didorong untuk mencapai 150 mobil per 1.000. Karenanya, saya mengharapkan produk mobil dari Jepang dapat mengisi gap tersebut,” kata Agus dalam pertemuan yang berjalan di Tokyo, Jumat (21/6) itu.

Selain kerja sama industri otomotif, Menperin juga mendorong peningkatan kerja sama sektor transisi energi, setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berjumpa membahas proyek prioritas dalam bagian transisi daya dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC) pada Desember 2023 di Jepang.

Kemudian, Agus mendorong penyelesaian perundingan substantif Protokol Perubahan Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Saat ini, dalam kerangka IJEPA, kedua negara sudah menyelesaikan perundingan substantif Protokol Perubahan IJEPA.

Menurut Agus, IJEPA mempunyai peran yang sangat krusial dan strategis bagi kedua negara. Ini juga bertindak dalam program kerja sama New MIDEC alias Manufacturing Industry Development Center yang menjadi bagian dari IJEPA.

Untuk itu, Menperin mengharapkan support METI Jepang untuk mendorong penerapan IJEPA dan penyelenggaraan aktivitas New MIDEC ke depannya.

Pada pertemuan itu, kedua menteri juga membahas kerja sama di bagian pengembangan sumber daya manusia di bagian industri. Menperin memaparkan rencana pertukaran SDM industri antara Indonesia-Jepang, sehingga SDM industri asal Indonesiamampu mendapat training tertentu di Jepang, dan mempunyai pengetahuan dan keahlian yang lebih baik.

“Ketika kembali dari Jepang, mereka jugamampu membantu perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia,” katanya.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Saito menyambut baik gagasan-gagasan yang disampaikan Menperin dalam rangka meningkatkan kerja sama kedua negara.

Saito menjelaskan bahwa METI meletakkan perhatian besar dengan menyediakan sejumlah anggaran untuk mendorong kerja sama dengan negara-negara Global South.

Mengenai kerja sama industri otomotif dengan Indonesia, Saito mengakui bahwa Indonesia merupakan pedoman krusial bagi produksi dan ekspor otomotif Jepang. Investasi perusahaan otomotif Jepang di Indonesia menjadi untung bagi kedua negara.

"Kami mau meningkatkan kerja sama untuk memperkuat daya saing industri otomotif di Indonesia. Kami mendukung secepatnya obrolan mengenai isi kerja sama yang lebih perincian di tingkat kepala jenderal,” ujarnya.

Pada Agustus mendatang, kedua menteri tersebut direncanakan berjumpa lagi untuk membahas kelanjutan kerja sama sektor industri kedua negara.

Baca juga: Menperin optimalkan kerja sama Indonesia-Jepang melalui riset Jetro


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close