Trending

MUI: Serangan Israel saat shalat Idul Adha bukti Islamofobia - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri Dan Kerjasama Internasional Prof Sudarnoto mengatakan serangan Israel kepada umat Islam yang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa mengandung motif kebencian terhadap Islam (Islamofobia).

"Memperhatikan pola serangan Israel yang dipetunjukkan kepada umat Islam yang bakal dan sedang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa, maka tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa serangan Israel itu juga mengandung motif kebencian terhadap Islam dan umat Islam (Islamofobia)," ujar Prof Sudarnoto dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan ada kombinasi sistemik zionisme, rasisme, Islamofobia dan imperialisme yang didukung oleh Amerikanisme-imperialistik di kembali serangan Israel.

"Ini sungguh sangat membahayakan bagi siapapun di bagian bumi ini. Karena itu, ini adalah musuh kita bersama, musuh kemanusiaan," kata Prof Sudarnoto.

Sudarnoto mengatakan teroris rezim zionis Israel memang sudah sangat keterlaluan dan semakin nyata tidak bakal pernah mendengar dan mengikuti norma internasional.

"Serta catatan catatan krusial ICJ (Mahkamah Internasional), langkah ICC (Mahkamah Pidana Internasional) dan juga kesepakatan dan resolusi PBB apapun," kata Sudarnoto.

Ia mengatakan proposal terakhir untuk gencatan senjata permanen juga tidak didengar dan diindahkan oleh Israel sehingga tidak ada agunan sama sekali atas keselamatan penduduk Palestina baik di Gaza maupun Tepi Barat.

"Gangguan, serangan Dan genosida terus dilakukan dengan jumlah korban yang terus bertambah," ujar Prof Sudarnoto.

Ia mengatakan beragam serangan Israel ini mesti dihentikan segera secara efektif melalui langkah militer untuk melengkapi langkah-langkah politik, diplomasi, boikot ekonomi, kemanusiaan dan tekanan publik yang selama ini sudah dan terus dilakukan.

"Beberapa negara personil OKI yang selama ini terus speak up (angkat bicara) secara tegas soal kekejaman Israel ini, diharapkan segeramampu melakukan kordinasi membikin Aliansi melawan Israel," kata Sudarnoto.

Sebelumnya, Kantor buletin Palestina WAFA melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menyerang jemaah pada Minggu pagi dalam perjalanan mereka menuju Masjid Al Aqsa, serta saat mereka meninggalkan masjid dan mencegah puluhan lainnya masuk untuk shalat Id.

“Pada awal hari, pasukan pendudukan memasuki laman Masjid Al Aqsa, memeriksa identitas jamaah, menghalangi pergerakan mereka, dan mencegah banyak pemuda masuk sehingga memaksa mereka untuk shalat di luar pintu masjid,” tambah laporan itu.

Sementara itu, ribuan penduduk Palestina melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid i di Hebron, bagian selatan Tepi Barat yang diduduki, meskipun ada pembatasan keamanan yang diberlakukan oleh tentara Israel terhadap masuknya jamaah.

Kepala Departemen Wakaf Hebron, Ghassan Al-Rajabi, mengatakan kepada Anadolu bahwa "langkah-langkah yang diambil oleh pendudukan pada Idul Adha bermaksud untuk mencegah akses penduduk Palestina ke tempat-tempat suci, khususnya Masjid i."

Baca juga: Warga gambarkan kengerian serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat
Baca juga: RS di Gaza kewalahan tangani banyaknya korban serangan Israel
Baca juga: Malaysia kecam serangan Israel ke kamp pengungsi Nuseirat

 


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close