Trending

Tokocrypto jadi penyetor pajak kripto terbesar di RI - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Penghargaan ini merupakan bukti komitmen kami untuk mematuhi izin yang bertindak dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia

Jakarta (BERITAJA) - Tokocrypto menyetor pajak senilai Rp45 miliar pada Maret 2024, yang menjadikan perusahaan tersebut sebagai penyetor pajak mata uang digital terbesar di Indonesia.

Kontribusi tersebut membikin platform perdagangan aset mata uang digital itu mendapatkan penghargaan sebagai salah satu wajib pajak dengan kontribusi terbesar di Indonesia dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan I (Kanwil DJP Jaksel I).

"Hal ini menempatkan Tokocrypto setara dengan perusahaan besar lainnya di bagian asuransi, pertambangan, e-commerce, dan fintech yang juga mendapatkan penghargaan serupa," kata CEO Tokocrypto Yudhoyono Rawis.

Yudho menjelaskan melalui beragam praktik nyata, Tokocrypto telah menunjukkan keseriusannya dalam mendorong kontribusi sektor aset mata uang digital terhadap pajak, sebagai sumber penerimaan negara yang berkedudukan krusial untuk pembangunan.

Karena itu, Tokocrypto menyatakan sangat menghargai adanya corak penghargaan dari negara tersebut.

"Kami mengpenghargaan dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Tokocrypto. Penghargaan ini merupakan bukti komitmen kami untuk mematuhi izin yang bertindak dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Kami selalu alim dalam melaporkan dan menyetorkan pajak dari setiap transaksi yang dilakukan di platform Tokocrypto," kata Yudho.

Dengan semakin meningkatnya transaksi mata uang digital di Indonesia, Yudho menilai sasaran penerimaan pajak dari sektor ini diharapkan bakal terus bertambah. Oleh lantaran itu, Tokocrypto berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Adapun penerimaan pajak mata uang digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga April 2024, pemerintah telah mengumpulkan Rp689,84 miliar dari pajak kripto. Angka itu terdiri atas Rp325,11 miliar penerimaan pajak penghasilan (PPh) 22 atas transaksi penjualan mata uang digital di exchanger dan Rp364,73 miliar penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri atas transaksi pembelian mata uang digital di exchanger.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa industri aset mata uang digital mempunyai potensi besar untuk berkontribusi pada penerimaan negara. Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah untuk menggali potensi penerimaan pajak dari upaya ekonomi digital lainnya, seperti pajak mata uang digital atas transaksi perdagangan aset kripto," jelas Yudho.

Lebih lanjut dia menuturkan, Tokocrypto telah berkomitmen untuk membantu para penggunanya dalam memenuhi tanggungjawab pajak mereka dengan melakukan pemotongan dan pembayaran pajak sesuai dengan izin yang berlaku.

Selain itu, perusahaan membantu mereka untuk melakukan pengisian SPT tahunan untuk pajak mata uang digital dengan tepat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan. Ia juga mengpenghargaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan merespons Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang meminta penguatan penerapan pajak kripto.

Hal itu dilakukan untuk keberhasilan industri mata uang digital di Indonesia yang memerlukan izin yang mendukung, termasuk kebijakan pajak yang setara dan kompetitif. Dengan demikian, penanammodal bakal lebih terdorong untuk berinvestasi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan penerapan izin yang jelas dan kondusif, serta kepatuhan yang tinggi dari para pelaku usaha, industri aset mata uang digital di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan faedah yang lebih besar bagi negara," sebut Yudho.

Baca juga: DJP sebut pajak mata uang digital telah terkumpul Rp112 miliar tahun ini
Baca juga: Indodax setor pajak mata uang digital senilai Rp200 miliar
Baca juga: Pemerintah himpun pajak Rp22,18 triliun dari upaya ekonomi digital


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close